Sabtu, 30 April 2011

KABUPATEN SITUBONDO


Situbondo
Kabupaten Situbondo adalah suatu kabupaten di Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak didaerah pesisir utara pulau Jawa, dikelilingi oleh perkebunan tebu, tembakau, hutan lindung Baluran dan lokasi usaha perikanan. Dengan letaknya yang strategis, ditengah jalur transportasi darat Jawa Bali, kegiatan perekonomiannya tampak terjaga "hidup". Situbondo mempunyai pelabuhan Panarukan yang terkenal sebagai ujung timur dari Jalan Raya Pos Anyer-Panarukan di pulau Jawa yang dibangun oleh Daendels pada era kolonial Belanda.
Konon, Situbondo pada jaman dahulu merupakan suatu situ atau danau besar. Di jaman kejayaan kerajaan kerajaan Jawa dahulu Situbondo merupakan bagian dari konflik konflik perebutan wilayah dan kekuasaan [[Majapahit]], [[Blambangan]] dan di daerah inilah diyakini perang Paregreg sebagai bagian dari kehancuran Majapahit terjadi.
Penduduk Situbondo berasal dari beragam suku, mayoritas berasal dari suku Jawa dan Madura. Pada tahun 1950-70 an kehidupan perekonomian kebanyakan ditunjang oleh industri gula dengan adanya 6 perkebunan dan pabrik gula di sekelilingnya , yaitu di Asembagus, [[Panji]], Olean, Wringin Anom, Demas dan Prajekan. Namun dengan surutnya industri gula, pada tahun [[1980-an|1980]] dan [[1990-an]] kegiatan perekonomian bergeser kearah usaha perikanan. Usaha pembibitan dan pembesaran udang menjadi tumpuan masyarakat.
Mangga Manalagi, Gadung, dan Arumanis dari Situbondo sangat terkenal dan banyak dicari oleh penggemar buah. Namun sampai saat ini potensi ekonomi dari perkebunan mangga tersebut masih ditangani secara industri rumah tangga, belum dalam skala industri perkebunan.
Masyarakat Situbondo merupakan masyarakat yang sangat agamis. Pada tahun [[1970-an]] di kota ini hanya terdapat dua gedung pertunjukan bioskop, "Dahlia" dan "Nirwana". Dahlia yang terletak disebelah mesjid agung kota Situbondo terbakar habis, diduga disebabkan oleh sekelompok masyarakat yang merasa terganggu karena pemilik gedung tersebut mengadakan pertunjukan film di siang hari pada saat bulan [[puasa]].
Masyarakat Jawa Timur banyak mengenal Situbondo dari pantai Pasir Putih, suatu tempat rekreasi pantai yang berjarak kurang lebih 23 km disebelah barat Situbondo. Pasir Putih terkenal dengan pantainya yang landai dan berpasir putih. pada tahun 1960 - 1970 an masih banyak habitat laut yang bisa ditemukan dipantai ini. Kuda laut dan batu karang cantik berwarna warni banyak dijual di akuarium penjual ikan hias setempat. Namun kini makhluk tersebut tidak dapat ditemui lagi.
GEOGRAFIS
Kabupaten Situbondo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang cukup dikenal dengan sebutan “ Daerah Wisata Pantai Pasir Putih “ yang letaknya diujung timur Pulau Jawa, bagian Utara dengan posisi di antara 7º 35’ – 7º 44’ Lintang Selatan dan 113º 30’ - 114º 42’ Bujur Timur. Letak Kabupaten Situbondo disebelah utara berbatasan dengan Selat Madura, disebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Probolinggo dan disebelah timur berbatasan dengan Selat Bali . Luas Kabupaten Situbondo adalah 1.638,50 Km² atau 163.850 Ha, bentuknya memanjang dari Barat ke Timur lebih kurang 140 Km. Pantai Utara umumnya berdataran rendah dan disebelah selatan berdataran tinggi dengan rata-rata lebar wilayah lebih kurang 11 Km. Luas wilayah menurut Kecamatan, terluas adalah Kecamatan Banyuputih 481,67 Km² disebabkan oleh luasnya hutan jati di perbatasan antara Kecamatan Banyuputih dan Wilayah Banyuwangi Utara. Sedangkan luas wilayah yang terkecil adalah Kecamatan Besuki yaitu 26,41 Km² dari 17 kecamatan yang ada, diantaranya terdiri dari 14 kecamatan memiliki pantai dan 3 kecamatan tidak memiliki pantai, yaitu Kecamatan Sumbermalang, Kecamatan Jatibanteng dan Kecamatan Panji. Temperatur daerah ini lebih kurang diantara 24,7ºC – 27,9ºC dengan rata-rata curah hujan antara 994 mm – 1.503 mm per tahunya dan daerah ini tergolong kering .
Kabupaten Situbondo berada pada ketinggian 0–1.250m di atas permukaan laut. Keadaan tanah menurut teksturnya, pada umumnya tergolong sedang 96,26 %, tergolong halus 2,75 %, dan tergolong kasar 0,99 %. Drainase tanah tergolong tidak tergenang 99,42 %, kadang-kadang tergenang 0,05 % dan selalu tergenang 0,53 %. Jenis tanah daerah ini berjenis antara alain alluvial, Regosol, Gleysol, Renzine, Grumosol, Mediteran, Latosol dan Andosol .
PEMERINTAHAN
Kabupaten Situbondo terdiri dari 17 wilayah Kecamatan, 4 Kelurahan, 132 Desa, 644 Dusun / Lingkungan, 1.305 Rukun Warga (RW), dan 3.358 Rukun Tetangga (RT), Jumlah Desa terbanyak berada di Kecamatan Panji yaitu 12 Desa dan jumlah Desa paling sedikit ada di Kecamatan Banyuputih hanya 5 Desa. Banyaknya Kelurahan di Kabupaten Situbondo ada 4 (empat), 2 (dua) kelurahan berada di Kecamatan Situbondo yaitu Kelurahan Dawuhan dan Kelurahan Patokan dan 2 (dua) Kelurahan di Kecamatan Panji, yaitu Kelurahan Mimbaan dan Kelurahan Ardirejo. Jumlah Desa menurut klasifikasinya, sebanyak 24 tergolong wilayah perkotaan dan 112 wilayah Pedesaan.
PENDUDUK
Dari Hasil sensus penduduk terakhir, jumlah penduduk Kabupaten Situbondo pertengahan tahun 2003, telah mencapai 621.067 jiwa, yang terdiri dari 304.425 penduduk laki-laki dan 316.642 penduduk perempuan atau dengan sex rasio sebesar 96,14 %, artinya setiap 100 penduduk perempuan penduduk laki-laki 96 jiwa. Dengan demikian penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan penduduk laki-laki. Akhir tahun 2003 jumlah penduduk Kabupaten Situbondo semakin berkembang dan mencapai 621.886 jiwa . Perkembangan penduduk miskin di Kabupaten Situbondo pada tahun 2001 sebanyak 173.357 jiwa, sedangkan pada tahun 2004 sebanyak 177.624 jiwa atau meningkat sebesar 2,46 %. Kenaikan tersebut disebabkan antara lain oleh kondisi perekonomian yang belum sepenuhnya kembali normal, karena dampak krisis yang masih sulit bagi kelangsungan sosial ekonomi masyarakat, utamanya di pedesaan . Persentase jumlah penduduk miskin terhadap total penduduk adalah sebesar 28,33 %, sedangkan tahun 2001 sebesar 27,20 %, atau mengalami kenaikan 1,13 %, Persentase tertinggi jumlah penduduk miskin menurut Kecamatan adalah Kecamatan Sumbermalang sebesar 67,84 %, Kecamatan Banyuglugur 52,45 %, Suboh 50,38 %, Jatibanteng 42,86 % dan Mlandingan 41,01 % .
Dari hasil pengolahan rumah tangga miskin yang dirinci per desa, terdapat pergeseran desa miskin hasil pemutakhiran data kemiskinan tahun 2004. Kabupaten Situbondo termasuk mendapat predikat Kabupaten Merah ( Desa diatas 50 % penduduknya miskin ) diantaranya desa miskin dengan persentase diatas 50 % yang terdiri dari : - Kecamatan Sumbermalang Desa Baderan, Taman, Alas tengah, Tamankursi, Tlogosari, Sumberargo, Tamansari, Kalirejo dan Plalangan . - Kecamatan Banyuglugur Desa Kalianget, Lubawang, Tepos, Kalisari, Tlempong dan Selobanteng - Kecamatan Suboh Desa Mojodungkul, Cemara, Dawuhan, Gunung Malang dan Gunung Putri serta Suboh . - Kecamatan Mlandingan Desa Campoan, Selomukti dan Sumberanyar . - Kecamatan Jatibanteng Desa Pategalan, Curahsuri, Sumberanyar, Patemon, Kembangsari dan Jatibanteng . - Kecamatan Besuki Desa Sumberejo - Kecamatan Bungatan Desa Mlandingan Wetan, Blitok dan Bungatan. - Kecamatan Kendit Desa Rajekwesi - Kecamatan Panji Desa Tokelan, Panji Kidul, Sliwung dan Kayuputih . - Kecamatan Kapongan Desa Curahcotok, Landangan, Seletreng, Kandang dan Kapongan. Jadi total Desa di Kabupaten Situbondo sebanyak 132 Desa, Desa Miskin tercatat sebanyak 45 desa pada 10 Kecamatan dari 17 Kecamatan se Kabupaten Situbondo

Diambil dari berbagi sumber

0 komentar:

Poskan Komentar